BAPPEDALITBANG
Tanjung Palas Barat, 22 Januari 2026 – Kecamatan Tanjung Palas Barat menggelar Pra Musrenbang Tematik Stunting sebagai bagian dari aksi konvergensi percepatan penurunan stunting tahun 2026. Acara yang berlangsung di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kecamatan ini dihadiri lintas stakeholder, mulai dari perangkat daerah, PKK, tenaga kesehatan, aparat desa, hingga perwakilan swasta.
Dalam kegiatan tersebut, Dedy Hidayat, S.E., M.AP, Kabid. PPM Bappeda Litbang Bulungan, hadir sebagai narasumber. Ia menegaskan bahwa penanganan stunting tidak bisa dilakukan secara sektoral, melainkan harus konvergen, terintegrasi, dan berkelanjutan dengan melibatkan semua pihak.

Dalam kegiatan tersebut, Dedy Hidayat menekankan bahwa penanganan stunting harus dilakukan secara konvergen dan terintegrasi lintas sektor. Beliau memaparkan capaian Kabupaten Bulungan yang berhasil menurunkan prevalensi stunting dari 22,9% pada tahun 2021 menjadi 15,9% di tahun 2024, lebih rendah dari target nasional 14%. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa masih terdapat ketimpangan antar desa, seperti Mara Hilir dan Long Pari, yang membutuhkan perhatian khusus.
Beliau juga menjelaskan bahwa intervensi pencegahan stunting harus menyasar kelompok sasaran utama, yaitu ibu hamil, ibu nifas, ibu menyusui, baduta (0–23 bulan), balita (24–59 bulan), remaja putri, calon pengantin, serta keluarga dan masyarakat. Setiap kelompok harus menerima layanan sesuai kebutuhan, mulai dari gizi, kesehatan, hingga edukasi. Hal ini sejalan dengan 31 indikator layanan konvergensi yang ditetapkan pemerintah, seperti pemberian tablet tambah darah bagi remaja putri, ASI eksklusif untuk bayi, akses air minum dan sanitasi aman, serta pendampingan keluarga oleh kader.
Lebih lanjut, beliau menekankan pentingnya melaksanakan 8 aksi konvergensi di tingkat kecamatan, mulai dari analisis situasi berbasis data capaian layanan, penyusunan rencana kegiatan melalui pra musrenbang, rembuk stunting untuk komitmen bersama, penetapan regulasi pendukung, penguatan pelaksanaan program, penilaian hasil monitoring dan evaluasi, hingga publikasi hasil kegiatan. Menurutnya, aksi ini menjadi kerangka kerja yang memastikan program berjalan efektif dan berkelanjutan.

Sebagai tindak lanjut, beliau memaparkan sejumlah usulan kegiatan prioritas hasil analisis situasi, antara lain pembangunan akses air minum layak dan sanitasi sehat, revitalisasi posyandu dengan penyediaan alat antropometri standar, pemberdayaan ekonomi keluarga berisiko stunting melalui UMKM pangan lokal bergizi, serta edukasi gizi seimbang dan pola asuh anak. Ia juga menekankan perlunya pencegahan pernikahan dini, pelibatan tokoh masyarakat dan agama dalam perubahan perilaku, serta penguatan peran PKK dan lembaga kemasyarakatan desa.
Stunting bukan hanya masalah kesehatan, tetapi juga masalah sosial, ekonomi, dan budaya. Oleh karena itu, mari bersinergi dalam mencetak SDM unggul dan kompetitif di Bulungan, demi mewujudkan generasi emas yang sehat dan berkualitas.